Siapa Bilang Bikin Pizza Susah?
Meski belum pernah terucap, dulunya aku berpikir bikin pizza itu susah, rumit, dan repot. Aku suka heran banget klo lihat orang mau repot-repot bikin pizza, wong beli jadi aja ada, gak usah repot tinggal makan anget-anget. Tapi… ternyata bikin pizza tu guampangggggg!!! Bahkan menantang! Karena kita bisa berkreasi untuk membuat topping yang lezat dan beda. Bahkan, memanfaatkan makanan sisa pun bisa klo kita cukup kreatif.
Sekarang aku mau share cara membuat pizza. Yang jelas, untuk membuat pizza, bahan yang musti ada ialah:
1. Dough
Dough ini dibuat dari adonan terigu dengan yeast, susu bubuk (optional), sedikit garam, sedikit gula/madu (optional), minyak zaitun dan air. Klo gak ada minyak zaitun bolehlah diganti minyak sayur. Karena minyak zaitun emang muahal harganya, kecuali minyak zaitun produksi Mustika Ratu yang biasa buat pijit itu. Hihihihi… Ini nih resep aku:
Campur 500 gr terigu protein tinggi (misalnya tepung terigu cakra, pokoke yang untuk bikin roti lah) dengan 1 sdm yeast (setara dengan 1/2 bungkus fermipan instant), 1 sdt garam dan 2 sdm madu. Ada yang menambahkannya dengan susu bubuk, tapi aku enggak pakai. Lalu uleni dengan tangan sambil dituang air sedikit demi sedikit, kira-kira menghabiskan 300 ml air. Setelah tidak lengket di tangan, tuang dengan 3 sdm olive oil. Uleni lagi sambil sesekali dibanting hingga kalis. Menguleni dough tidak perlu terlalu lama, karena beda dengan roti manis, cukup sekitar 10-15 menit saja, asal sudah kalis saja. Beda dengan membuat roti manis yang diuleni sampai bener-bener elastis.
Setelah itu istirahatkan dough ini -/+ 60 menit. Olesi pizza dan wadahnya dengan minyak zaitun supaya adonan tetep lemes, tidak kaku dan pecah. Tutup dengan serbet bersih. Sementara mengistirahatkan dough, kau bisa mulai menyiapkan topping. Setelah 60 menit, volume dough menjadi 2 kali volumen semula. Kempiskan dengan cara meninju adonan, lalu potong-potong dan bagi menjadi beberapa bagian sesuai selera, tipiskan dengan roll, lalu dilebarkan dengan bantuan tangan, taruh di loyang, istirahatkan sekitar 10 menit, lalu panggang sebentar di oven (5-10 menit).
Klo aku, aku suka dengan dough yang tipis, gak kayak pizza hut yang tebel itu. Untuk satu adonan itu, aku bagi menjadi 6 bagian, lalu ditipiskan, jadi 6 dough tipis diameter 22-24 cm. Untuk loyangnya, sebenarnya pakai loyang yang bundar, tapi karena aku gak punya, ya santai aja, pakai aja loyang kue kering. Sama aja toh? Paling bentuknya gak bisa bener-bener bunder, kayak kurva gak beraturan lah! Tapi gak masalah tuh, wong di Itali sono pizza pun gak selalu bunder. Kekekeke…
2. Concase (atau resep dasar saos tomat)
Sebenarnya gak mutlak harus dengan concase, aku pernah lihat pizza yang diolesi pesto (campuran olive oil, daun basil, garlic, garam, dan kacang… apa ya… yang warnanya ijo, bentuknya panjang, kulitnya putih agak keras, sering dijual di supermarket, dan tidak tumbuh di Indonesia… lupa ah! Pokoke itu semua dihaluskan, bentuknya jadi kek sambel ijo, tapi gak pedes lho). Waktu itu ngliatnya di O Solo Mio, pizza rendang yang mereka sajikan pakai pesto, dan rasanya sungguh lebih sedep ketimbang pake concase. Ada pula pizza yang diberi saus barbeque dan saos oriental. Mungkin bisa pula berkreasi pizza dengan sambel pecel. Wakakakakak!!!
Nah, back to concase, jangan pake saos tomat botolan, karena rasanya gak nyeni. Coba bikin sendiri. Untuk satu resep dough diatas, butuh 7-8 butir tomat yang segar, ranum dan besar. Rebus tomat, setelah cukup lemes, kupas kulit arinya, lalu blender. Setelah itu panaskan margarin, tumis 2 butir bawang putih cincang dan 1/2 buah bawang bombai iris (atau 1 buah klo bawang bombainya kecil), masukkan tomat blender, tambahkan 2 sdm pure tomat (klo gak ada ya lewatin aja), 1-2 sdt garam, 1 sdt gula, dan Italian herbs macem oregano, basil, rosemary, thimes, dll. Italian herbs ini yang bikin sedep. Paling mudah pakai yang kering, karena selalu ada di SPM. Pilih aja mix herbs. Klo merencanakan pakai topping daging giling, mending daging gilingnya sekalian dimasukin di concase ini, biar berasa enak. Nah masak concase hingga meletup-letup, lalu angkat.
3. Topping
Nah, ini sih terserah mau dikasih topping apa. Mau daging giling, sosis, smoked beef/ham, telur asin, udang, cumi, fillet kakap, tofu, tempe penyet, ayam suwir, ikan asin (anchovy), abon, sisa sambel goreng tolo, tomat, paprika, terong, bawang bombai, kecombrang iris, nanas, urap, dll. Pokoke pakailah imaginasi anda untuk membuat pizza menjadi semakin sedap.
Beberapa minggu lalu, ketika di rumah banyak sisa makanan sehabis pesta emas ortu, aku membuat pizza dengan topping sambel goreng kreni (itu lho daging yang dibikin buletan kecil-kecil, sama buah pohon beringin lebih besar dikit) dan suwiran beef teriyaki. Lalu aku tambahin bawang bombai dan irisan daun kemangi. Wuah, sedep rasane! Apalagi wangi daun kemanginya itu bikin pizza makin mantap (Toh mirip dengan wangi daun basil!).
Pokoke selamat berkreasi!
4. Keju
KEju yang biasanya dipakai adalah keju mozarella, karena keju ini meleleh ketika dipanaskan, lalu "mengikat" topping hingga tak lari kesana-kemari ketika digigit. Pengalamanku sih, aku pakai australian mozarella yang generik itu. Menurutku rasanya gak terlalu mantap, padahal harganya lumayan juga, hampir Rp.100.000 per kilo. Untuk satu resep diatas, minimal butuh 150 gr mozarella. Di SPM sini ada mozarella mereknya Florida, keknya sih enak, tapi harganya duileeee… dua kali lipat lebih!!! Gak kebeli deh!
Sebenarnya ada keju-keju jenis lain yang juga meleleh ketika dipanaskan. Mbak Esther yang tinggal di Abu Dhabi bilang, keju cheddar pun ada yang meleleh ketika dipanaskan. Tapi susah dicari, apalagi di Solo yang ndeso ini, klopun ada mungkin harganya mahal.
Nah, selain mozarella, taburi pizza dengan parmesan. Parmesan membuat pizza berbau harum, wangi dan rasanya pun gurih. Tapi duh, ini juga harganya muahal. Aku menggantikannya dengan cheddar parut.
Penyelesaian
Nah, setelah dough dioven sebentar, olesi dough dengan olive oil, ratakan concase diatasnya, taruh topping secara merata, taburi dengan mozarella parut (diparut kasar aja, pake parutan rujak) diatasnya, lalu panggang deh! Lima belas menit kemudian, siap menikmati pizza hangat! Wuaaaahh… pizza memang jauh lebih lezat klo disantap hangat!!!
Nah, masih menganggap bikin pizza sulit? Ahhhh… coba dulu dan rasakan nikmatnya!!! Pizza hut kalah!!!
August 1st, 2006 at 10:20 am
hm. its sound yummy. could i try ur pizza, haley? hehe :d
August 3rd, 2006 at 9:17 am
setelah baca caranya, kesimpulan gua satu: TETEUP MENDING BELI…. ahhahhahahahhaaa…. dasar pemalas!!
September 18th, 2006 at 2:30 am
Bwakakakakak .. baru baca sekarang blog nya haley .. secar adoi dulu pas kuliah masak bayampake bumbu daun jeruk .. brani ngomong soal pizza dan resep lainnya perlu diacungi jempol empat .. wedhok tenan saikine yuuuuuu
August 5th, 2007 at 11:56 pm
tipsnya oke banget mbak….jadi pingin nyoba…
mbak add aku yaa..di: budiyati2005@yahoo.com
December 2nd, 2008 at 5:41 pm
hi there!
xxoxo
I made on photoshop anime myspace pictures.
take a look at them:
http://tinyurl.com/5wmgpn
Thank you 4 your site
January 6th, 2009 at 12:31 am
Setelah dicoba boleh alias guampang tidak seperti yang dibayangkan.